Beranda > Basic, Investigasi > Fraud Examination vs Forensic Accounting vs Auditing

Fraud Examination vs Forensic Accounting vs Auditing


A. Fraud Examination VS Forensic Accounting

Fraud Examination mencakup pengumpulan dokumen dan barang bukti dari tindak pidana Fraud, interview para saksi dan orang-orang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana Fraud, investigasi dan penulisan laporan hasil investigasi, mengkomfirmasi dan menjadi saksi kebenaran dan keabsahan dari penemuan barang bukti, dan membantu setiap upaya pendeteksian dan pencegahan tindak pidana Fraud yang dilakukan oleh aparat kepolisian atau oleh petugas yang berwenang lainnya.

Fraud Examination sering disama-artikan dengan Forensic Accounting, padahal sebenarnya keduanya memiliki cakupan kerja yang sedikit berbeda. Forensic Accounting memiliki cakupan yang lebih luas ketimbang Fraud examination, karena Forensic Accounting juga menangani masalah likuiditas dan bankruptcy dari sebuah perusahaan atau entiti, perceraian dan sengketa harta, dan hal-hal litigasi atau peradilan lainnya. Fraud Examination pada umumnya dilakukan oleh para akuntan atau orang yang memiliki pengetahuan tentang ilmu akuntansi, namun Fraud examination juga bisa dilakukan oleh para aparat penegak hukum (termasuk kepolisian) dan privat investigator.

Lebih lanjut, baca Forensic Accounting di sini dan Fraud Examination di sini.

B.  Fraud Examination VS Auditing

Fraud examination dan Auditing memiliki hubungan yang sinergis, tetapi tetap keduanya tidak merupakan hal yang sama. Hal ini dikarenakan beragam bentuk Fraud/penipuan yang umumnya terjadi di lingkungan pekerjaan adalah berupa kejahatan finansial yang mensyaratkan metode khusus yang lebih dari sekedar review dari data dan dokumen finansial semata. Untuk inilah maka Fraud examination mengambil peran. Fraud examination mencakup hal-hal yang lebih luas dan teknik yang lebih advance seperti interview, analisis data dan statement keuangan, penelusuran dan pencarian data publik  (public records), dan pemeriksaan dokumen secara forensik (yang disahkan hukum dan peradilan).

Perbedaan antara Fraug Ex., Auditing, dan Forensic Accounting

Berikut ini adalah perbandingan antara Fraud Examination dan Auditing:

* Waktu/Timing

Auditing: Auditing dilakukan secara berkala dan teratur setiap tahunnya.

Fraud Examination: Dilakukan tidak secara berkala dan hanya dilakukan apabila ditemukan indikasi penyimpangan/penipuan/kecurangan.

* Cakupan/Scope

Auditing: Cakupan Auditing adalah pemeriksaan data dan dokumen keuangan secara umum.

Fraud Examination: Fraud Examination dilakukan untuk menangani tindak pidana dan penyimpangan finansial tertentu.

* Tujuan/Objective

Auditing: Secara umum, auditing dilakukan dengan pemberian “opini” tertulis oleh auditor terhadap data dan dokumen keuangan serta hal-hal terkait lainnya. Hasil pemeriksaan Auditor inilah yang kemudian dijadikan acuan dan pedoman oleh para investor, sebagai contoh, untuk menanam sahamnya di perusahaan public tertentu.

Fraud Examination: Fraud Examination dilakukan untuk menguji dan memastikan apakah Fraud memang benar-benar terjadi di sebuah entiti atau perusahaan, dan mengungkap para pelakunya disertai barang bukti yang sah dan otentik.

* Metodologi/Methodology

Auditing: Auditing pada umumnya dilakukan dengan memeriksa dan me-review data dan dokumen keuangan (finansial data)

Fraud Examination: Fraud Examination dilakukan dengan (1) pemeriksaan dan review data/dokumen; (2) pengumpulan, penelusuran, dan pemeriksaan non-data/dokumen atau non-finansial seperti pemeriksaan data publik (misal: data keluarga, pencatatan sipil, catatan berobat di rumah sakit, data dari kepolisian, dst); (3)interviews dan investigasi.

* Praduga/Presumption

Auditing: Auditor disyaratkan untuk memiliki professional skepticism (Anggapan dan sikap yang open-minded yang menganggp bahwa tidak ada seorangpun yang 100% jujur dan tidak seorangpun yang 100% TIDAK jujur).

Fraud Examination: Fraud Examiner mengungkap suatu dugaan tindak pidana Fraud dengan bukti yang cukup dan kuat sehingga bisa memutuskan apakah Fraud benar-benar terjadi atau tidak terjadi. (Bukti yang kuat untuk mendukung atau mematahkan dugaan Fraud).


Protected by Copyscape Online Plagiarism Test

Kategori:Basic, Investigasi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: